Support Penanganan Kasus Covid-19 di Ponpes Blokagung Banyuwangi, Tagana Dinsos Jatim Dirikan Dapur Umum

BANYUWANGI- Mencuatnya temuan kluster baru Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren (ponpes) Darussalam, Blokagung Banyuwangi langsung direaksi cepat Pemprov Jatim.

Selain melakukan penanganan medis, Pemprov juga mendirikan posko dan menyiapkan Dapur Umum (DU) untuk kebutuhan logistik para santri. Dapur umum tersebut telah didirikan Tagana Dinsos Jatim sejak Minggu (30/8/2020) kemarin.

Guna meninjau optimalisasi Posko dan Dapur Umum tersebut, hari ini, Senin (31/8/2020), Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melakukan kunjungan ke lokasi didampingi Kepala Dinas Sosial Jatim Dr Alwi dan beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Jatim.

Kunjungan tersebut dipusatkan di Posko Covid-19 di lapangan Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kec. Tegalsari, dan juga bersilaturahmi dengan pengasuh Pondok pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung, Hj Nihayatul Wafiroh.

Hingga berita ini ditulis, terdapat 340 santri yang dinyatakan positif Covid-19. Pondok yang memiliki 6 ribu santri itu pun dikarantina.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Dr Alwi mengatakan, pendirian dapur umum ini melibatkan banyak pihak. Di antaranya, Tagana Kab. Banyuwangi, Tagana Prov. Jatim, Tagana Jember, BPBD Prov. Jatim, BPBD Kab. Banyuwangi, TNI, SDM PKH, KPM PKH, dan Pensosmas. 

"Berdasarkan rapat dengan bapak Sekdaprov Jatim, disepakati bahwa untuk penyiapan makan santri sebanyak 6.000 bungkus akan dibagi tiga instansi. Yakni, dapur umum Tagana Dinsos 1.500 bungkus, dapur umum Pemkab Banyuwangi 1.500 bungkus, dan TNI sebanyak 3.000 bungkus," jelasnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan masak akan dimulai pada hari Rabu malam, untuk kebutuhan makan pagi di hari Kamis.

Dalam kunjungan tersebut, Alwi sempat meninjau dapur umum Tagana. Bahkan, orang nomor satu di Dinsos Jatim ini juga memasak bersama para petugas. (yus, ul)

Aspirasi Masyarakat

Berikan Suara Anda