BOJONEGORO-  Program kemitraan yang digagas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Kampus Ungu STIKes ICsada Bojonegoro dalam melakukan kegiatan home care lanjut usia (Horelu) di Bojonegoro diapresiasi Kadinsos Jatim, Dr Alwi.

Apresiasi itu disampaikan saat orang pertama di lingkungan Dinsos Jatim ini melakukan kunjungan monitoring dan supervisi ke lokasi eks binaan di Desa Bonorejo dan Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kab. Bojonegoro, Rabu (22/7/2020).

Apresiasi itu juga diwujudkan dalam bentuk penghargaan yang diserahkan Kadinsos Jatim kepada Ichwan Arifin selaku perwakilan EMCL dan kepada Hasan Bisri, SE.,MSA sebagai Ketua STIKes ICsada Bojonegoro.

Selain melakukan kunjungan, Kadinsos yang didampingi sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Dinsos Jatim ini juga menyerahkan santunan dan bantuan sembako kepada para lansia.

Usai menyerahkan penghargaan dan bantuan, Kadinsos Jatim mengungkapkan, program kemitraan Horelu merupakan contoh inovasi sinergis upaya pengembangan penyelenggaraan kessos yang berhasil diwujudkan oleh kelompok dunia usaha, kalangan perguruan tinggi dan lembaga sosial kemasyarakatan.

Program kemitraan yang dikemas melalui kegiatan keluarga binaan sebagai bagian dari Program Aku Sehat ini telah berhasil memberdayakan kelompok lanjut usia sehingga mereka bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya, lebih produktif dan berdaya guna.

"Saya kira ini salah satu solusi atas keterbatasan kapasitas yang dimiliki UPT PSTW yang kerap mengalami over load di beberapa daerah," ujar Alwi usai menerima pemaparan masing-masing pihak di Gedung Pusat Inkubasi Bisnis (PIB), Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam, Bojonegoro.

Selama ini, Dinsos Jatim memang memiliki 7 UPT Panti Sosial Tresna Wherda (PSTW) yang tersebar di berbagai daerah. Daya tampung 7 UPT itu mencapai 997 orang dengan terminasi sampai meninggal dunia.

Umumnya, para lansia yang menjadi klien UPT PSTW jarang yang kembali ke keluarganya. Itu karena mayoritas keluarga mereka tidak mau menerima mereka kembali. Lantaran itulah daya tampung UPT PSTW kerap mengalami over load.

Sementara, program kemitraan Horelu yang berlangsung selama ini telah menjadi solusi atas persoalan tersebut.

Lebih lagi, sinergitas itu menjadi semakin baik lantaran menggandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial setempat. "Saya kira, produk kemitraan semacam ini bisa ditularkan di daerah-daerah lain," harap Alwi.
 
Program kemitraan Horelu itu sendiri kini telah memberikan pendampingan kepada  1.285 keluarga binaan (KaBi) lansia dan telah membentuk 123 simpul Kabi di 4 desa di Kecamatan Gayam, yaitu, Desa Gayam, Desa Mojodelik, Desa Bonorejo dan Desa Brabowan. 

Adapun beberapa kegiatan program kemitraan ini, di antaranya, melakukan kunjungan secara berkala di rumah para lansia (Home care) yang dilakukan oleh
tim perawat.

Dalam kunjungan itu, tim perawat memberikan layanan, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif dasar, hingga rehabilitatif sesuai kebutuhan. 

Selain itu, program ini juga membentuk simpul-simpul KaBi sebagai wahana belajar dan bergerak bersama para lansia. Di simpul-simpul inilah para lansia bisa melakukan sharing tentang masalah kesehatan hingga usaha menanam Toga (Tanaman Obat Keluarga) di lingkungan sekitar mereka.

Dalam kesempatan itu, selain melakukan kunjungan kepada eks klien, rombongan Kadinsos Jatim juga mengunjungi taman toga di salah satu desa mitra binaan EMCL dan STIKes ICsada yang hasil Toganya telah dimanfaatkan oleh para lansia dan masyarakat umum untuk mengatasi masalah kesehatan dasar. (*)

Aspirasi Masyarakat

Berikan Suara Anda