Serahkan Suplemen BPNT, Khofifah Targetkan Pencairan Tuntas Sebelum Lebaran

MALANG- Pemprov Jatim kembali menyalurkan suplemen program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kali ini Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan tersebut kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dari Sidoarjo.

Penyerahan suplemen BPNT tersebut secara simbolis dilangsungkan di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Jatim, Jalan Kawi no. 41 Kota Malang, Kamis (14/5/2020).

Didampingi Kadinsos Jatim Dr Alwi, Khofifah juga menyaksikan penyerahan suplemen BPNT oleh Bupati Probolinggo melalui video conference. Suplemen BPNT tersebut diberikan kepada warga Kelurahan Kandangjati Kulon, Kec. Kraksaan, Kab. Probolinggo.

Usai penyerahan bantuan, Khofifah mengatakan, suplemen program BPNT adalah program bantalan sosial dari Pemprov Jatim sebesar Rp 100 ribu per bulan selama tiga bulan. Para penerima suplemen program tersebut adalah penerima BPNT yang berdomisili di kelurahan.

Dia menjelaskan, sebelumnya para penerima program BPNT mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu dari Kementerian Sosial RI untuk sembako. Demi meringankan beban para penerima program BPNT di tengah pandemi covid-19, Pemprov Jatim berinisiatif memberikan bantalan sosial.

"Kami memberikan suplemen BPNT kepada 333.022 penerima yang berdomisili di kelurahan. Yang tadi kita saksikan secara virtual adalah penyerahan kepada sekitar 1.800 penerima BPNT di Probolinggo," jelasnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, suplemen BPNT diberikan kepada penerima yang berdomisili di kelurahan karena di desa sudah ada dana desa. Sedangkan di kelurahan tidak ada dana kelurahan.

Saat ini pihaknya terus memantau pendistribusian BPNT dan bansos lainnya di semua kabupaten/kota di Jatim. Dia ingin semua bansos tersebut dapat tuntas terdistribusi sebelum lebaran.

"Sesuai arahan presiden, diharapkan semua bansos selesai terdistribusi sebelum lebaran. Oleh karena itu, kami maraton secara virtual untuk memastikan program ini terus berjalan," ungkapnya.

Melihat tren yang ada, Khofifah optimistis target tersebut akan terpenuhi. Dia mencontohkan, realisasi program keluarga harapan (PKH) telah mencapai 97 hingga 98 persen. Sedangkan program
BPNT reguler saat ini mencapai 94 persen.

Sementara, Kadinsos Jatim Dr Alwi menambahkan, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam menyalurkan program BPNT dan suplemen BPNT.

Bantuan tersebut dapat digunakan untuk berbelanja sembako di lebih dari 8 ribu e-warung yang tersebar di Jatim.

"Para penerima sudah diverifikasi namanya dan bantuan langsung masuk ke masing-masing rekening milik penerima. Dengan demikian, sangat-sangat kecil kemungkinan terjadi penyimpangan," yakin Alwi, optimistis. (ul)

Aspirasi Masyarakat

Berikan Suara Anda